Berbagi

Ahlu Sunnah wal Jama'ah

Seputar Madzhab Imam As Syafi’i (Bagian 1/4)

Tinggalkan komentar

Bismillah

Seputar Madzhab Imam Syafi’i

(Bagian 1)

Pujian dan sanjungan hanya milik dan hak Alloh Ta’ala yang tiada sesembahan yang benar selainNya. Sholawat dan salam bagi nabi termulia, penghulu bani Adam Muhammad bin Abdulloh al Hasyimiy al Quraisyi, demikian pula bagi keluarga, sahabat dan pengikutnya. Amma ba’du :

Bukan suatu yang diragukan bahwa kita hidup di iklim yang kebanyakan masyarakatnya bermadzhab fiqih Imam Syafi’i, maka suatu yang sangat munasib jika kita mengetahui beberapa hal mengenai madzhab1 .

Sekapur Sirih Muasis Madzhab
Beliau adalah Al-Imam Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin Al ‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’i Asy Syafi’i rohimahulloh, lahir pada tahun 150 H. Pada usia dua tahun beliau dibawa ke Makkah, usia tujuh tahun beliau hafal al Qur’an, usia sepuluh tahun hafal al Muwattho. Pada usia lima belas tahun beliau telah diberi ijazah untuk berfatwa, kemudian beliau mengadakan perjalanan mencari ilmu ke Madinah, berguru kepada Imam Malik rohimahulloh. Pada tahun 195 H beliau datang ke Bagdad, sewaktu tinggal di Bagdad banyak para ulama yang rujuk kepada madzhab beliau rohimahulloh, pada waktu-waktu ini pula beliau menulis kitabnya, yang nantinya dikenal dengan pendapat-pendapat yang qodim ‘lama’. Kemudian beliau kembali ke kota Makkah dan tinggal beberapa waktu, tahun 198 H beliau kembali ke Bagdad dan tinggal selama satu bulan, selanjutnya beliau pergi ke Mesir, di negeri ini beliau menyebarkan ilmunya sehingga wafat pada tahun 204 H –rohimahulloh– .

Diantara Keistimewaan Pribadi Imam

1.       Penghancur Bid’ah Penolong Sunnah.

Imam syafi’i terkenal dengan pemahaman, kecerdasan dan pembelaannya kepada al Qur’an dan as Sunnah, dengannya bergetarlah ranjang-ranjang ahli bid’ah, diantara kisah yang kita dapati bahwa beliau pernah didebat Bisyr al Mirisiy kemudian dia (Bisyr) pulang dan berkata kepada pengikutnya : ‘Aku melihat seorang pemuda Quraisy di Makkah, aku tidak mengkhawatirkan madzhabku kecuali dari dia’.

2.       Kedudukan dan kefaqihan Imam.

Abu Tsur ditanya : Manakah yang paling faqiih, Asy-Syafi’i atau Muhammad bin Hasan ? Maka beliau menjawab : Asy-Syafi’i lebih ‘alim daripada Muhammad bin Yusuf, Abu Hanifah, Hammaad (Guru Abu Hanifah), Ibrohim (Guru Hammaad), ‘Alqomah (Guru Ibrohim) dan Al Aswad (Guru ‘Alqomah).

Dan kethuilah bahwa Abu Tsur sebelum kedatangan Imam ke Irak dia bermadzhab ahli ro’yi (Hanafiyah).

3.       Asy Syafi’i dan Lughoh.

Ahmad dan Ibnu Hisyam – sohibus shiroh – berkata : “Asy Syafi’i hujjah dalam bahasa”.

Keistimewaan Madzhab Imam Syafi’i

  1. Terkumpulnya Al Fiqh dan al Hadits.
    Sebelum masa munculnya madzhab beliau ada dua madzhab besar yang tersebar di penjuru dunia Islam, yang pertama madrosah ro’yu yang bermarkaz di Irak dan madrosah hadits yang berbasis di Hijaz. Diantara mereka kadang saling mencemooah, bahkan terkadang sampai pada derajat mufasholah dan hajr.
    Maka datanglah Imam Syafi’i yang telah ‘meminum minuman kedua madrasah ini’, sehingga pada dirinya terkumpul ilmu ahli royi dan ilmu ahlil atsar; selain penelitian beliau pada madzhab yang lainnya, seperti madzhab al Auza’i  dan Laits. Beliau melihat pada kedua madrasah ini ada benar dan salahnya, sehingga pada berikutnya keluarlah madzhab jaded ‘baru’ beliau.
  2. Kuatnya Khidmah
    Ulama madzhab sangat memperhatikan penukilan, pemaparan dan penyusunan bab. Yang paling menonjol dalam masalah ini adalah Al Baihaqi, sehingga Imam Al Juwaini berkata : “Asy Syafi’i memiliki keutamaan bagi seluruh syafi’i (ulama madzhab fiqih Imam Syaf’i) kecuali Al Baihaqi, sesungguhnya dia memiliki keutamaan atas Asy Syafi’i”.
    Diantara keistimewaan kitab-kitab syafi’iyah lainnya adalah mudah tartib dan jelasnya tabwib.
  3. Banyaknya Mujtahid Yang Lahir dari ‘Rahim’ Madzhab Syafi’i. Baik yang mustaqil seperti Ibnul Mundzir dan Ibnu Hajar, atau pun yang muntasib seperti Al Muzani pada akhir kehidupannya.

Tartib Ulama Madzhab Asy Syafi’i

  1.  Mujtahid mustaqil.
  2. Mujtahid muntashib.
  3.  Ashabul wujuh.
  4. Mujtahid fatwa.
  5. Peneliti yang mampu mentarjih yang diperselisihkan oleh an Nawawi dan Ar Rofi’i.
  6. Pengemban fiqih, tingkatan mereka berbeda-beda.

10 Orang Murid Istimewa Perwai Madzhab dan Perkataan Imam

Empat orang meriwayatkan madzhab qodim, dan enam orang perwai madzhab jaded. Empat perwai madzhab qodim adalah :

  1. Al Hasan Az Za’faroniy, beliau adalah Al Hasan bin Muhammad Abu ‘Ali Al Bagdaadiy Az Za’faroniy. Al Mawardiy berkata : “Ia merupakan raowi terbaik yang meriwayatkan al qodiim”. Wafat pada Ramadhan tahun 206 H.
  2. Imam Ahmad bin Hanbal, beliau adalah Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal Asy Syaibaniy rodiyallohu ‘anhu, wafat pada tahun 241 H. Qutaibah rohimahulloh berkata : “Andaikan Ahmad bin Hanbal sezaman dengan Malik, Ats Tsauri, al Auza’i dan Laits bin sa’din niscaya dia lebih diutamakan”, maka dikatakan kepada Qutaibah : “Apakah anda menggolongkan Ahmad pada tabi’in ?, maka beliau menjawab : “Kepada kibarut tabi’in”. Abu Tsur berkata : “Ahmad bin Hanbal lebih berilmu – atau lebih faqih – daripada Ats Tsauri”.
  3. Abu Tsur Al Kalbiy, beliau adalah Ibrohim bin Khalid bin Abi Abul Yaman, wafat pada tahun 240 H.
  4. Abu ‘Ali al Karoabiisiy, beliau adalah al Husain bin Ali bin Yazid Abu ‘Ali al Bagdadiy al Karoobiisiy. Wafat pada tahun 245 H. Al Isnawiy berkata : “Kitab qodim yang diriwayatkan Al Karoobiisiy dari Asy Syafi’i merupakan kitab yang tebal”.

Enam orang perawi madzhab jadid :

  1. Abu Ya’qub Yusuf bin Yahya Al Buwaithiy, wafat pada tahun 231 H. Imam Nawawi dalam muqoddimah Syarh Al Majmu : “Abu Ya’qub Al Buwaithiy lebih mulia/utama daripada al Muzani dan Robii’i …”.
  2. Harmalah bin Yahya bin Abdillah bin Harmalah bin Imron, wafat pada tahun 244 H.
  3. Ar Robi’i bin Sulaiman bin Daud, wafat pada tahun 256 H.
  4. Al Muzaniy, beliau adalah Isma’il bin Yahya bin Isma’il bin Amr bin Ishaq, wafat pada tahun 264 H. Asy Syafi’i berkata : “Al Muzaniy penolong madzhabku”.
  5. Yunus bin Abdul A’laa, wafat pada tahun 264 H.
  6. Ar Robi’i bin Sulaiman bin Abdul Jabbaar bin Kamil al Maroodiy, wafat pada tahun 207 H. Adz Dzahabi berkata : “Ar Robi’i lebih mengathui tentang hadits daripada al Muzaniy, dan al Muzaniy lebih mengetahui fiqih daripada ar Robi’i.  Seakan-akan ini tidak mengetahui kecuali hadits, dan ini pun tidak mengetahui kecuali fiqih …”.

Ashabul Wujuh

Pada keumumannya yang disebut ashabul wujuh adalah al ashab al mutaqoddimun, mereka membatasinya dengan zaman, mereka adalah yang hidup di tahun  400 an.
Mereka sangatlah banyak dan terbagi kepada beberapa tobaqt. Diantara yang termasuk ashabul wujuh adalah :

  1. Ahmad bin Yassaar.
  2. Muhammad bin Nasr Al Mawardziy.
  3. Abu Thoyyib bin Salamah.
  4. Abu Abdillah Az Zabairiy.
  5. Abu Hafs Al Babisyaamiy.
  6. Abu BakrAn Naisaaburiy.
  7. Ibnu ‘Alaa.
  8. Abu Thohir Az Ziyadiy.
  9. Abu Ishaq Al Isfiroyaini.
  10. Abu Abdillah Al Qotthon.
  11. Asyalusiy.

Demikian lah terus saling berganti thobaqot hingga sampai di zamannya Asy Syaikh Abu Haamid Ahmad Al Faqih, yang dikenal dengan Al Isfiroyaini, berakhir padanyalah kepemimpinan fiqih Syafi’iy di Baghdad. Beliaulah pemimpin thoriqoh ‘Iroqiyin. Adapun Toriqoh Khorosaniyin dipimpin oleh Al Qofaal Al Mawardzi.

Kemudian datanglah generasi ashab syafi’iy yang menukil dua thoriqoh tersebut, diantaranya :

  1. Abu Abdilah Al Hulaimiy.
  2. Abdul Wahid bin Isma’il bin Ahmad.
  3. Asy Syaikh Abu Ishaq Ibrohim Asy Syirooziy.
  4. Al Qhoodiy Abi al Ma’aaliy.
  5. Imamul Haromain Abdul Malik bin Abdillah Al Juwainiy.
  6. Abdurrohman bin Al Ma’muun.
  7. Al Imam Hujjatul Islam Al Ghozaliy.

(Berikutnya tentang Ar Rofi’i dan An Nawai dan ….. do’akan saja bisa menyelesaikan cuplikan ini …. Hanya kepada Alloh lah kami memohon pertolongan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s